Sleman ( MTs N 8 Sleman ) Hari pertama pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Prakarya di MTs Negeri 8 Sleman berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Kamis (10/4), siswa kelas IX D, IX E, dan IX F mengikuti ujian praktik di ruang kelas masing-masing dengan tugas membuat canting cap dari bahan limbah kertas.
Ujian praktik ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para siswa karena memberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan secara langsung melalui kerja kelompok. Setiap kelompok terdiri dari dua siswa yang harus bekerja sama membuat canting cap berukuran 10×10 cm, dengan bahan utama berupa limbah kertas yang telah dipilah dan disiapkan.
Proses pembuatan canting cap ini bukan sekadar teknis, tetapi juga melibatkan kreativitas dan ketekunan. Para siswa harus melalui beberapa tahapan, mulai dari pembuatan desain pola cap, pemotongan kertas triplek sebagai media dasar, pengeliman, pengamplasan, hingga pemasangan handle sebagai pegangan.
Guru Prakarya MTs N 8 Sleman, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., menyampaikan bahwa ujian praktik kali ini dirancang agar tidak hanya mengasah keterampilan tangan, tetapi juga karakter siswa. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai inovatif, kreatif, sabar, teliti, dan bertanggung jawab dalam proses seni,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Rochmad menjelaskan bahwa pemilihan proyek canting cap ini merupakan bentuk kolaborasi dengan pembelajaran batik, sesuai dengan profil MTs N 8 Sleman sebagai madrasah unggulan dalam seni batik. Canting cap sendiri merupakan alat penting dalam proses membatik cap, di mana motif atau desain dituangkan dalam bentuk cetakan yang bisa digunakan berulang kali.
“Dengan membuat sendiri alatnya, siswa bisa lebih memahami filosofi batik dan menghargai proses di balik selembar kain yang bernilai seni tinggi. Ini juga menjadi bentuk penerapan prinsip daur ulang, karena kami menggunakan limbah kertas sebagai bahan utamanya,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang hidup dan penuh energi. Siswa tampak serius namun menikmati setiap tahap pengerjaan. Beberapa kelompok bahkan terlihat saling berdiskusi aktif untuk menyempurnakan desain yang telah mereka buat.
Salah satu siswa kelas IX D, Safa, mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat dalam kegiatan praktik seperti ini. “Seru banget! Awalnya kami bingung bagaimana bentuknya nanti, tapi setelah diskusi dan mencoba, ternyata menyenangkan dan bikin bangga lihat hasil sendiri,” ucapnya dengan mata berbinar.
Ujian praktik Prakarya ini akan berlangsung beberapa hari ke depan, bergiliran untuk seluruh kelas IX. Diharapkan, hasil karya siswa tidak hanya menjadi bukti keterampilan teknis, tetapi juga menjadi cerminan dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dengan kearifan lokal.
Melalui kegiatan seperti ini, MTs N 8 Sleman terus berkomitmen menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menumbuhkan jiwa seni dan kepedulian terhadap lingkungan pada diri para siswa. ( r3)
Tinggalkan Komentar