Sewindu Keistimewaan Yogyakarta, Guru Pegawai MTsN 8 Sleman Kenakan Busana Gagrak Ngayogyakarta

Sleman (MTsN 8 Sleman) –  Ada yang tidak biasa dengan penampilan para guru dan pegawai MTsN 8 Sleman di akhir bulan Agustus. Hari Senin (31/08/2020) ini, Kepala Madrasah beserta semua guru dan pegawai baik karyawan laki-laki maupun perempuan mengenakan pakaian adat tradisional Jawa Yogyakarta.

Peringatan sewindu Hari Keistimewaan Yogyakarta juga dilaksanakan di MTsN 8 Sleman secara sederhana di tengah kondisi pandemi sekarang ini. Meski tidak segegap gempita tahun – tahun sebelumnya, para guru dan pegawai tetap antusias dalam memperingati Hari Keistimewaan Yogyakarta tersebut.

Tanggal 31 Desember 2012 menjadi salah satu momen bersejarah bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal tersebut, Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta disahkan Presiden Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 31 Agustus 2012 di Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah daerah provinsi yang mempunyai keistimewaan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Madrasah, Jazim Kholis, S.Ag. menjelaskan jika peringatan hari Keistimewaan Yogyakarta meski secara sederhana tetap dilaksanakan di MTsN 8 Sleman. ”Jika tahun – tahun sebelumnya pada peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta di isi dengan berbagai acara yang bernuansa Jawa bersama para siswa, tetapi dikarenakan masih dalam kondisi pandemi maka peringatan tahun ini kita laksanakan secara sederhana, hanya sebatas guru dan pegawai,”ujarnya.

“Selain untuk memeriahkan Hari Keistimewaan Yogyakarta, busana adat Jawa juga kami kenakan sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal Yogyakarta, para guru dan pegawai pun terlihat antusias, hal ini terlihat dari pagi hari sampai pulang kantor tetap memakai busana Jawa lengkap,” tambah Jazim.

Lebih lanjut, Waka Humas, Hj. Rini Sri Hastuti, S.Pd mengatakan sesuai dengan surat edaran untuk peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta, guru dan pegawai mengenakan busana Gagrak Ngayogyakarta. “Setiap tahun peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta dilaksanakan dengan mengenakan busana Gagrak Ngayogyakarta, untuk pria menggunakan pakaian lurik, jarik motif setempat, blangkon, serta selop. Sementara perempuan menggunakan kebaya tangkhepan dan jarik,” terangnya mengakhiri pembicaraan.(imm)