SLOT GACOR SLOT GACOR SLOT GACOR SLOT GACOR SLOT GACOR
Sempat Terhenti Akibat Pandemi, Pengajian Triwulan MTsN 8 Sleman Kembali Digiatkan – MTs Negeri 8 Sleman – Official Website
School Info
Thursday, 25 Jul 2024
  • Selamat datang peserta didik baru MTs Negeri 8 Sleman dalam kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun 2024
  • Selamat datang peserta didik baru MTs Negeri 8 Sleman dalam kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun 2024
30 January 2022

Sempat Terhenti Akibat Pandemi, Pengajian Triwulan MTsN 8 Sleman Kembali Digiatkan

Sun, 30 January 2022 Read 8x Humas

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Salah satu kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di MTsN 8 Sleman adalah pengajian karyawan. Sempat terhenti akibat dampak pandemi Covid-19, kini kegiatan tersebut mulai digiatkan kembali di madrasah yang terletak di kawasan Prambanan tersebut.

Bertempat di Omah Dahar Mbah Wanto, Minggu (30/01/2022) pukul 09.00 pagi, tampak guru pegawai beserta keluarga mulai berdatangan untuk mendengarkan tausiyah sekaligus mempererat tali silaturahmi. Hadir pula Kepala Madrasah, Kepala TU, jajaran Komite Madrasah serta pengawas madrasah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al- Qur’an oleh Ustad Muhammad Shifak Usharif dan dilanjutkan sambutan – sambutan pengantar. Dalam kesempatan itu, Kamad Jazim Kholis. S.Ag. berharap melalui kegiatan pengajian rutin dapat mempertebal ilmu – ilmu agama sekaligus menguatkan ikatan kekeluargaan seluruh stakeholder madrasah.

“Terus terang sejak masuk di MTsN 8 Sleman kemudian terjadi pendemi, sehingga pengajian tatap muka ini otomatis terhenti, harapannya dengan digiatkan kembali pengajian rutin ini ikatan kekeluargaan kita semakin akrab dan solid,” ujar Jazim.

“Selain itu, ilmu yang kita dapat dari pengajian ini dapat menjadi pencerahan dalam rangka membimbing dan mendidik siswa siswi kita yang tujuan akhirnya peningkatan mutu madrasah,” tambahnya.

Memasuki acara inti, mauidhoh hasanah dibawakan oleh K.H. Drs. Heri Kuswanto M.S.I. dari Pondok Pesantren Lintang Songo Piyungan Bantul. Dalam tausiyahnya, Kyai Heri mengatakan anak adalah anugerah Allah SWT bagi para orangtua. Anak menjadi rezeki yang harus disyukuri keberadaannya.

Namun demikian di dalam Al-Qur’an ada empat tingkatan posisi anak, yang pertama anak sebagai penenang hati, penyejuk jiwa, dan pemimpin orang-orang yang bertakwa. Tipikal ini menjadi yang terbaik dan tertinggi dari seorang anak. Yang kedua, anak sebagai perhiasan dunia. Ketiga, anak sebagai fitnah atau ujian dan yang terakhir anak menjadi musuh.

“Sebagai orangtua, tentu kita menginginkan anak-anak kita termasuk ke dalam kelompok qurrota a’yun. Namun demikian, untuk mencapainya diperlukan ketekunan dan konsisten, selain itu doa yang selalu mengalir dari hati orangtua,” pesan Kyai Heri.

Ditambahkannya, orangtua dapat menjadi teladan untuk anak-anaknya. Karena anak merupakan cermin dari orangtuanya. Setiap orangtua hendaknya tidak hanya memberikan pendidikan dunia yang tinggi, namun jangan pernah lengah memberikan dan menanamkan nilai-nilai dan ilmu agama untuk anak-anak sedari kecil.(imm)

This article have

0 Comment

Leave a Comment

 

https://idea.gov.bd/qris/ https://e-office.inka.co.id/gacor/