Puncak Peringatan Hari Batik 2022, MTsN 8 Sleman Terima SK Madrasah Ketrampilan Batik

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Bulan Oktober dimanfaatkan MTsN 8 Sleman dengan menggelar rangkaian kegiatan bernuansa Batik. Setelah sebelumnya mengadakan kegiatan membatik massal oleh siswa dan guru pegawai dan menghasilkan kurang lebih 200 syal batik dan 100 kain sandang batik Ciprat khas MTsN 8 Sleman.

Sabtu, (22/10/2022) menjadi salah satu momen bersejarah bagi perjalanan MTsN 8 Sleman, pasalnya pada hari tersebut madrasah yang berlokasi di daerah Prambanan ini secara resmi menerima Surat Keputusan dari Kakanwil Kementerian Agama DIY menjadi salah satu madrasah dengan penguatan ketrampilan dalam hal ini Batik sebagai unggulannya.

Hadir dalam penyerahan SK tersebut, Plt Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi Madrasah Kanwil Kemenag DIY H. Fahrudin, S.Ag., M.A., Kasi Dikmad Kemenag Sleman Drs. H. Suharto, Ketua Komite Madrasah Tyas Endarto Budi Prayitno, S.Ag. serta pengawas pembina madrasah Drs. Mujiyono, M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Fahrudin mengatakan Kementerian Agama sudah mengklasifikasi madrasah – madrasah sesuai dengan keunggulannya. Dimana Madrasah Unggulan menurut regulasi terdiri dari 4 profil madrasah, yakni Madrasah Akademik, Madrasah Ketrampilan, Madrasah Keagamaan serta Satuan Pendidikan Kerjasama.

Keempatnya tertulis di 2 Surat keputusan yaitu PMA 60 Tahun 2015 Perubahan PMA No. 90 Tahun 2013 menjelaskan 3 Madrasah Unggulan. dan Kepdirjen Pendis 4653 Tahun 2015 menjelaskan 1 Madrasah Unggulan.

“Madrasah Ketrampilan diharapkan dapat memberi bekal anak – anak lulusan madrasah memiliki tambahan ketrampilan vokasi bersifat praktis yang dapat memberikan bekal hidup,” ujar Fahrudin.

Lebih lanjut dirinya memberikan masukan kepada MTsN 8 Sleman agar program Batik dapat lebih dikembangkan kedepannya usai menerima SK Madrasah Penguatan Ketrampilan tersebut.

“Kedepannya perlu dipikirkan dengan hadirnya workshop hasil kreasi siswa dan guru serta ornamen – ornamen yang lebih menonjolkan branding Batik,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Dikmad Suharto menambahkan batik buatan MTsN 8 Sleman telah cukup dikenal di kalangan internal, hal tersebut memberikan peluang agar lebih dikenal masyarakat luas dengan adanya unit usaha batik di madrasah.

“Tidak hanya unit produksi saja, madrasah dapat mempunyai unit usaha yang dapat dikembangkan dengan melibatkan seluruh warga madrasah. Hal ini memerikan peluang agar batik siswa MTsN 8 Sleman dapat dikenal masyarakat luas,” pungkas Suharto.

Kepala MTsN 8 Sleman Jazim Kholis, S.Ag. dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan dari jajaran Kanwil Kemenag DIY serta Kankemenag Kabupaten Sleman atas SK pengukuhan Madrasah penguatan ketrampilan batik tersebut.

“Semoga dengan adanya SK tersebut akan semakin menguatkan serta meningkatkan madrasah kita dalam memberikan bekal ilmu dan ketrampilan yang bermanfaat kepada peserta didik,” tandas Jazim.(imm)