Menuju Madrasah Bermutu, Tim Inti EDM dan e-RKAM MTsN 8 Sleman Siap Ikuti Pelatihan

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mulai menerapkan sistem Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah Berbasis elektronik (e-RKAM) di tahun 2020 ini. Hal ini merupakan bagian dari Proyek Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform (IBRD 8992-ID) atau REP-MEQR.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (03/12/2020) sebagai bagian dari Tim Inti Madrasah, Kepala MTsN 8 Sleman, Jazim Kholis, S.Ag menuturkan perwakilan dari MTsN 8 Sleman telah siap untuk melaksanakan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Kemenag. Program EDM dan e-RKAM sendiri merupakan inovasi dari Kementerian Agama menuju integrasi data.

Melalui EDM,  madrasah dapat mengetahui aspek-aspek yang perlu ditingkatkan, serta kekuatan dan kelemahan  yang ada di madrasah dapat diidentifikasi. Hasil EDM akan  digunakan sebagai bahan untuk menetapkan jenis-jenis program/kegiatan prioritas dalam penyusunan rencana peningkatan dan pengembangan madrasah yang dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran madrasah (RKAM).

“Semoga melalui sistem ini, pihak madrasah akan dimudahkan dalam menjalankan anggaran baik yang bersumber dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) atau lainnya, dalam rangka pemenuhan standar nasional pendidikan,” ujar Jazim.

Menurutnya, aplikasi ini menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembiayaan pendidikan madrasah dalam rangka menjamin madrasah yang bermutu. Jazim menilai, E-RKAM juga hadir untuk menjawab tantangan zaman Revolusi Industri 4.0.

Merujuk surat Kankemenag Kabupaten Sleman, Nomor : B-2891/Kk.12.04/2/PP.02/11/2020 tertanggal 30 November 2020 dijelaskan kegiatan bimbingan teknis penerapan EDM dan e-RKAM akan dilaksanakan pada 7 – 12 Desember 2020 dengan mengambil lokasi di MAN 3 Sleman.

Adapun tim inti madrasah MTsN 8 Sleman terdiri dari Kepala Madrasah, Jazim Kholis, S.Ag., Nuriyah selaku bendahara madrasah dan Muhamad Nurhadi, pegawai Tata Usaha. Senada dengan kamad, pegawai yang telah ditunjuk untuk mengikuti bimtek juga telah siap untuk mempelajari juknis dari sistem EDM dan e-RKAM.(imm)