Kelas 7 MTs Negeri 8 Sleman Praktik Membuat Batik Shibori

Sleman (MTsN 8 Sleman) Membatik, salah satu kegiatan yang dilakukan peserta didik di MTsN 8 Sleman. Selain menjadi branding madrasah, batik diunggulkan karena karya-karya yang sudah dihasilkan anak-anak, seperti seragam batik buatan sendiri. Selain batik nyiprat, batik jumputan, peserta didik diajarkan untuk membuat batik shibori.

Shibori adalah sebuah teknik pewarnaan kain yang memanfaatkan ikatan dan celupan untuk menentukan motif pada kain yang popular di Jepang dan telah digunakan sejak zaman kekaisaran Jepang beberapa ratus tahun yang lalu. Ya, sesuai namanya teknik ini berasal dari Jepang, diambil dari kata Shibori yang artinya kain yang diwarna dengan cara diikat dan dicelupkan.

Batik shibori termasuk batik yang digemari di Indonesia karena warna dan motifnya yang unik dan cara pembuatannya yang tidak begitu sulit. Oleh karena itu, di bimbing oleh guru batik, Anita Dwi Astuti, S.Pd. peserta didik kelas 7 praktek membuat batik shibori.

“Selain tertulis di silabus, teknik ini mudah untuk dibuat, oleh karenanya saya berani untuk menerapkan di kelas 7. Di samping itu teknik shibori ini minim akan resiko yang tidak diinginkan.” Jelas Anita.

Secara berkelompok anak membuat batik shibori dengan ukuran kain 50 x 50 cm, yang nantinya setelah jadi, kain tersebut akan dibuat menjadi sebuah produk benda pakai, seperti sarung bantal, totebag, dompet, pouch, masker, croinces, tempat mukena. Ada kurang lebih 200 produk benda pakai yang nantinya akan di jual, sehingga secara tidak langsung anak belajar berwirausaha. Dan yang tak kalah pentingnya dari kegiatan ini bisa mengasah nilai karakter anak, untuk kerja sama, disiplin dan empati. (hm8)