Kamad MTsN 8 Sleman Paparkan Skenario Pembelajaran Semester Genap

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Dalam agenda Rapat Dinas Evaluasi Pembelajaran Semester Ganjil dan Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di ruang aula, Sabtu (19/12/2020) Kepala MTsN 8 Sleman, Jazim Kholis, S.Ag. memaparkan skenario pembelajaran di semester genap Tahun Ajaran 2020/2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kamad MTsN 8 Sleman memberikan gambaran persiapan yang telah dilaksanakan pihak madrasah dan berbagai ketentuan yang tertuang dalam SKB 4 Menteri yang berlaku bagi seluruh sekolah maupun madrasah di seluruh Indonesia.

Di awal pemaparannya, Jazim mengatakan siswa datang wajib memakai masker, kemudian diperiksa oleh guru piket yang bertugas di gerbang madrasah untuk dilakukan pengukuran suhu tubuh, apabila menunjukkan suhu normal maka siswa akan dipersilahkan masuk ke kelas, namun apabila suhu melebihi 37,5 derajat celcius maka siswa dipersilahkan pulang. Siswa yang telah diijinkan masuk langsung menuju ke kelas masing – masing, setelah sebelumnya mencuci tangan di depan kelas.

Jazim menambahkan, dalam satu jam pelajaran berdurasi 30 menit, siswa melakukan pembelajaran tatap muka antara 3-4 jam. Dalam satu hari, siswa yang masuk hanya satu jenjang yang terbagi dalam dua shift dikarenakan kapasitas maksimal dalam satu kelas adalah 50% dari total siswa di kelas tersebut. Untuk jenjang kelas 7 hari Senin dan Kamis, kelas 8 hari Selasa dan Jumat sedangkan kelas 9 hari Rabu dan Jumat.

“Insya Allah pihak madrasah telah siap dalam sarana dan prasarana untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, namun kita masih menunggu keputusan dari Gugus Tugas Covid-19 serta pihak – pihak terkait tentang perijinannya,” tandas Jazim.

Lebih lanjut, Jazim menjelaskan skenario lainnya dengan meniadakan pelajaran olah raga di luar kelas. Kemudian kantin madrasah belum diperbolehkan untuk dibuka, siswa ketika jam istirahat tetap berada di kelas dengan membawa bekal sendiri. Karena pada prinsipnya kebijakan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 masih sama. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, wali siswa tetap menjadi prioritas utama.(imm)