Drs. Mujiyono, M.Pd.I. Berikan Sambutan di Uji Publik KOM dan KTSP MTsN 8 Sleman TP. 2023/2024

Sleman (MTsN 8 Sleman) Uji Publik Kurikulum MTsN 8 Sleman diselenggarakan pada hari ini Jumat (14/07/2023), dihadiri oleh Kepala Madrasah, Kepala TU, Pengwas Madrasah, Komite, perwakilan wali murit, perwakilan murit dan seluruh dewan Guru. Pengawas Pembina Madrasah untuk MTsN 8 Sleman adalah Drs. Mujiyono, M.Pd.I. dalam kesempatan ini Mujiyono memberikan sambutan.

Mujiyono mengpresiasi kepada tim pengembang kurikulum madrasah karena sudah menyelesaikan dokumen kurikulum. Dokumen kurikulum menjadi bagian penting pendidikan di madrasah, menjadi pedoman proses pendidikan di madrasah dan Guru harus membaca kurikulum ini dan menjadi pedoman untuk mengajar.

“Kesempatan uji public menjadi momentum luar biasa kepada orang tua, murit, kesemptan untuk memberikan saran kritik, untnk meningkatkan eksistensi madrasah. Kontribusi dalam rangka peningkatan prestasi madrasah. Bahkan boleh memberi masukan yang kaitannya diluar kurikulum” jelas Mujiyono.

Kita harus bisa menjadikan madrasah destinasi, sehingga masyarakat percaya untuk memberikan amanah kepada madrasah agar putra purinya belajar di madrasah. Karena di madrasah akan didik supaya siswa siswi berkualitas dari sisi karakter, santun, tawadu kepada orang tua. Sehingga nantinya diharapkan alumni madrasah akan mewarnai di keluarga masyarakat dan lingkungannya.

“Kalau hanya transfer pengetahuan kita sudah kalah jauh dengan internet. Yang sangat diinginkan adalah karakter putra putri yang harus dibangun dan dibimbing. Tentu dengan memiliki dokumen kurikulum sangat berharap berprestasi dalam membentuk karakter anak juga berprestasi dalam berbagai bidang baik akademik maupun non akademik” lanjut Mujiyono.

Kurikulum sudah dibentuk maka kita semua harus merubah paradigma bagaimana untuk menghadapi kurikulum merdeka bahwa kurikulum ini bukan diartikan merdeka bebas tetapi prinsip merdeka itu rohnya adalah memberi kesemptan kepada siswa untuk mau belajar. Konsepnya dalam menghpi implementasi kurikulum merdeka, konsep belajar aktif, siswa hrus mengalami sendiri, diberi kesempatan untuk berkomunikasi, berinovasi, berkolaborasi. Kebebasan yang terbingkai untuk mencapai prestasi.

Pelajaran berdiferensiasi, harus memperhatikan peserta didik, berpusat pada peserta didik. Anak diberi kesemptan untuk mengungkapkan apa yang diinginkan, terbiasa mengungkapkan pendapatnya, bermusyawarah. Guru harus bisa merespon kemampuan anak yang berpikir kritis, anak hrus bisa berkolaborasi bekerja sama dengan teman-temannya.

“Terakhir, mari kita berkontribusi, jalani sebaik-baiknya, madrasah ini bisa eksis, maju, dan berkreasi kuncinya satu, yaitu situasi dan kondisi yang kondusif, ayem tentrem, nyaman. Memahami transparansi, tugas pokok, dan selalu musyawarah.” pungkas Mujiyono. (hm8)