Sleman (MTsN 8 Sleman) – Seksi karnaval MTsN 8 Sleman melaksanakan sosialisasi kepada seluruh siswa dalam rangka persiapan kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-48 pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait konsep, tema, serta teknis pelaksanaan karnaval. Sosialisasi berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh perwakilan siswa dari setiap kelas.
Kegiatan sosialisasi dipimpin oleh Evi Septyandari selaku penanggung jawab karnaval. Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa karnaval merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas VII hingga IX. Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif seluruh kelas sangat diperlukan demi menyukseskan kegiatan tersebut.
Karnaval tahun ini mengusung tema Generasi Muda Penjaga Budaya โThe Batik Warriors of Madyadestaโ. Tema ini diangkat sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya, khususnya batik, kepada para siswa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas sekaligus mempererat kekompakan antar siswa.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. “Setiap kelas diwajibkan mengikuti kegiatan karnaval dengan mengenakan kostum bertema batik dan tetap memperhatikan adab berpakaian yang sopan, seperti tidak mengenakan celana pendek. Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai kesopanan sekaligus menampilkan identitas budaya yang baik”, jelasnya.
Selain itu, setiap kelas diminta untuk menentukan satu orang sebagai maskot kelas. Setiap kelas juga harus menunjuk satu siswa laki-laki untuk bertugas sebagai pasukan bergodo madrasah. Ketentuan ini bertujuan untuk menambah semarak serta memperkuat identitas masing-masing kelas dalam kegiatan karnaval.
Panitia juga mengarahkan setiap kelas untuk membuat poster sesuai dengan tema karnaval. Dari setiap kelas, satu poster terbaik harus dikumpulkan kepada juri untuk dinilai. Poster tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian kreativitas dan kesesuaian tema.
Tidak hanya itu, setiap kelas juga diwajibkan membuat yel-yel sebagai bentuk dukungan terhadap penilaian kekompakan. Kekompakan menjadi salah satu aspek utama yang akan dinilai dalam kegiatan karnaval. Hal ini diharapkan dapat membangun kerja sama tim yang solid antar siswa dalam satu kelas.
Adapun aspek penilaian dalam kegiatan karnaval meliputi kekompakan, poster, kostum terbaik, dan maskot terbaik. Penilaian ini dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada kelas yang menunjukkan performa terbaik. Dengan adanya penilaian ini, diharapkan seluruh peserta dapat tampil maksimal dan kreatif.
Dalam ketentuan lainnya, setiap siswa diwajibkan membawa satu kado silang seharga Rp5.000 yang harus berupa makanan. Selain itu, siswa juga diminta membawa air minum dalam botol yang tidak sekali pakai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Panitia juga menyiapkan berbagai door prize menarik untuk menambah semangat dan antusiasme peserta.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh siswa dapat memahami aturan dan mempersiapkan diri dengan baik. Dengan persiapan yang matang, karnaval HAB ke-48 MTsN 8 Sleman diharapkan dapat berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna. (adp)
Tinggalkan Komentar