Sleman (MTsN 8 Sleman) – Momen penuh haru mewarnai kegiatan syawalan dan halal bihalal keluarga besar MTsN 8 Sleman yang digelar pada Minggu (29/3/2026) di Warung Kayu Manis, Bogem, Kalasan, Sleman. Salah satu rangkaian acara yang paling berkesan adalah sesi jabat tangan antar peserta. Kegiatan ini menjadi simbol nyata saling memaafkan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.
Seluruh peserta yang hadir tampak berbaris dan saling bersalaman satu sama lain. Dengan penuh keikhlasan, mereka saling mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa dalam setiap jabat tangan yang dilakukan.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa tradisi jabat tangan dalam syawalan memiliki makna yang sangat mendalam. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi wujud nyata untuk membersihkan hati dari kesalahan dan kekhilafan. “Melalui jabat tangan ini, kita saling membuka hati, memaafkan, dan mempererat kembali hubungan persaudaraan,” ujarnya.
Tidak sedikit peserta yang tampak terharu saat mengikuti prosesi tersebut. Beberapa di antaranya bahkan terlihat menitikkan air mata sebagai ungkapan keikhlasan dalam saling memaafkan. Momen ini menjadi refleksi diri sekaligus pengingat pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
Kegiatan jabat tangan ini sekaligus menutup rangkaian acara syawalan dan halal bihalal MTsN 8 Sleman. Dengan suasana penuh kebersamaan, seluruh peserta meninggalkan lokasi dengan hati yang lebih lapang dan hubungan yang semakin erat. Tradisi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya positif di lingkungan madrasah. (adp)
Tinggalkan Komentar