Sleman (MTsN 8 Sleman) – Siswa kelas VIII MTsN 8 Sleman tampak antusias dan serius mengikuti praktik pembelajaran batik pada Kamis (12/2/2026) di bengkel batik MTsN 8 Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran keterampilan membatik yang bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya batik sebagai warisan bangsa Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pengalaman langsung mempraktikkan penggunaan canting sebagai alat utama dalam proses membatik. Suasana bengkel batik terlihat penuh semangat, karena para siswa menyimak dengan seksama setiap arahan yang disampaikan. Mereka tampak fokus dan berhati-hati dalam mengikuti tahapan awal membatik, khususnya saat mulai menggunakan malam.
Praktik membatik ini didampingi langsung oleh guru batik MTsN 8 Sleman, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd. yang akrab disapa Pak Rapih. Beliau memberikan bimbingan secara detail mulai dari pengenalan canting hingga teknik penggunaannya. Pak Rapih menekankan bahwa penggunaan canting memerlukan ketelitian dan kesabaran agar hasil batik rapi dan tidak mudah rusak.
Pak Rapih juga memberikan contoh secara langsung bagaimana cara memegang canting yang benar. Menurutnya, posisi tangan saat memegang canting sangat menentukan kelancaran aliran malam. Selain itu, beliau mengajarkan posisi duduk yang tepat agar siswa tetap nyaman dan tidak mudah lelah selama proses membatik berlangsung.
โKalau memegang canting itu harus stabil, jangan terlalu kaku tapi juga jangan terlalu longgar. Posisi duduk juga harus nyaman supaya tangan tidak gemetar saat menggoreskan malam,โ ujar Pak Rapih saat memberikan arahan kepada siswa.
Tidak hanya itu, siswa juga diajarkan cara menggoreskan malam pada kain dengan teknik yang benar. Pak Rapih menjelaskan bahwa malam harus digoreskan secara perlahan dan stabil agar tidak belobor atau melebar ke bagian kain lainnya. Para siswa pun memperhatikan dengan serius, kemudian mencoba mempraktikkan secara bertahap sesuai arahan.
โYang paling penting adalah kesabaran. Malam itu harus mengalir pelan dan mengikuti pola. Kalau terlalu cepat, malam bisa belobor dan hasilnya tidak rapi. Membatik itu melatih ketelitian,โ tambahnya.
Melalui kegiatan praktik ini, siswa kelas VIII MTsN 8 Sleman diharapkan mampu memahami proses membatik secara lebih mendalam dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Pembelajaran batik tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga mengajarkan nilai ketekunan, kerapian, serta kecintaan terhadap seni tradisional Indonesia. (adp)
Tinggalkan Komentar