Sleman (MTsN 8 Sleman) – Sebagai wujud kepedulian dan upaya mempererat solidaritas antar sesama, siswa kelas VIIIA MTsN 8 Sleman didampingi oleh wali kelas, Dra. Hj. Siti Nursafangatun, melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan menjenguk salah satu siswa yang sedang sakit. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (27/1/2026) sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada teman yang tengah menjalani masa pemulihan.
Siswa yang dijenguk adalah Faiz, siswa kelas VIIIA, yang baru saja selesai menjalani operasi usus buntu. Kunjungan ini dilakukan setelah kondisi Faiz dinyatakan stabil dan mulai membaik. Kehadiran teman-teman sekelas diharapkan dapat memberikan semangat serta motivasi agar Faiz segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran di madrasah.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tampak antusias dan penuh perhatian. Mereka menyampaikan doa, dukungan, serta kata-kata penyemangat kepada Faiz. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa, mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan di antara siswa kelas VIIIA.
Wali kelas VIIIA, Dra. Hj. Siti Nursafangatun, menyampaikan bahwa kegiatan menjenguk teman yang sakit merupakan bagian dari pembelajaran karakter bagi siswa. βMelalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian, empati, dan rasa kebersamaan kepada anak-anak. Menjenguk teman yang sakit adalah wujud nyata dari solidaritas dan kasih sayang antar sesama,β tuturnya.
Ia juga berharap dengan adanya kunjungan ini, Faiz dapat merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk segera sembuh. βKami semua mendoakan semoga Faiz lekas pulih, diberikan kesehatan, dan bisa kembali beraktivitas serta belajar bersama teman-temannya di madrasah,β tambahnya.
Sementara itu, Faiz dan keluarganya menyambut baik kunjungan tersebut serta menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan oleh wali kelas dan teman-teman sekelasnya. Dukungan tersebut dirasakan sangat berarti dalam proses pemulihan pascaoperasi yang sedang dijalaninya.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, MTsN 8 Sleman berharap nilai-nilai karakter seperti kepedulian sosial, empati, dan solidaritas antar siswa dapat terus tumbuh dan terpelihara. Kegiatan sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan rasa saling peduli merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan madrasah. (adp)
Tinggalkan Komentar