Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Pelatih vokal dan paduan suara, Devi Putriarum Nofritasari, S.Sn., menjadi narasumber pada pertemuan MGMP Seni Budaya dan Prakarya yang diadakan pada Kamis, 08 Januari 2026 di MTsN 1 Yogyakarta. Devi memaparkan berbagai teknik dasar olah vokal yang perlu dikuasai oleh penyanyi maupun anggota paduan suara. Devi merupakan lulusan Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta jurusan Vokal Klasik dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Musik mayor vokal. Saat ini, ia berdomisili di Warungboto dan aktif sebagai pelatih vokal serta paduan suara.
Dalam pemaparannya, Devi menjelaskan bahwa intonasi merupakan unsur mendasar dalam bernyanyi, yaitu ketepatan nada yang harus dijaga agar suara tidak meleset dari nada yang seharusnya. Selain itu, artikulasi juga menjadi perhatian penting, yakni cara pengucapan kata yang baik dan benar agar lirik lagu dapat dipahami dengan jelas oleh pendengar. Lebih lanjut, Devi menjelaskan tentang resonansi, yaitu gema suara yang muncul dengan memanfaatkan resonator tubuh, meliputi rongga dada, tenggorokan, mulut, dan rongga hidung. Pemanfaatan resonator yang tepat akan membantu menghasilkan suara yang lebih bulat dan optimal.
Teknik berikutnya adalah frasering, yaitu pemenggalan kalimat saat bernyanyi agar sesuai dengan struktur kalimat dan makna lagu. Menurut Devi, frasering yang tepat akan membuat lagu terdengar lebih hidup dan musikal. Dalam hal teknik pernapasan, Devi menekankan pentingnya pernapasan diafragma. Pernapasan ini merupakan pernapasan sehari-hari yang dioptimalkan untuk bernyanyi dengan memaksimalkan kerja otot diafragma, bukan pernapasan dada maupun perut. Teknik ini berkaitan erat dengan pembentukan power atau kekuatan vokal, yang juga dihasilkan dari pengelolaan diafragma secara tepat.
Selain aspek teknis, Devi juga menyoroti unsur ekspresi dalam bernyanyi. Ekspresi diwujudkan melalui gerak tubuh dan mimik wajah yang disesuaikan dengan karakter lagu. Gerak tubuh terutama melibatkan tangan, sedangkan mimik wajah ditunjukkan melalui pergerakan mata, alis, dan bibir. Ia menambahkan bahwa ketika menyanyikan nada tinggi, secara alami alis akan ikut terangkat sebagai respons ekspresif tubuh.
Devi turut menjelaskan pentingnya overall impression, yakni kesan keseluruhan yang ditampilkan penyanyi sejak musik atau nyanyian dimulai, termasuk kesiapan dan respons tubuh di atas panggung. Selain itu, kemampuan primavista, yaitu membaca not balok atau not angka secara langsung, serta solfegio, ilmu yang mempelajari solfes atau ketinggian nada, juga menjadi kompetensi penting bagi seorang penyanyi. Sebagai penutup, Devi menekankan perlunya latihan secara sectional, yakni latihan yang dilakukan per bagian suara atau materi tertentu, agar proses pembelajaran vokal dapat berjalan lebih fokus dan efektif.
Anita, Guru Prakarya dari MTsN 8 Sleman menyampaikan kesannya saat mendapatkan materi mengenai teknik vokal ini.
โSebuah pengalaman baru bagi saya ketika mendapatkan materi ini. Sehingga saya pribadi merasa tertantang untuk mempelajari teknik vokal ini,โ ungkapnya. (nss)
Tinggalkan Komentar