Info Sekolah
Jumat, 08 Mei 2026
  • Selamat datang peserta didik baru MTs Negeri 8 Sleman dalam kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2025/2026
  • Selamat datang peserta didik baru MTs Negeri 8 Sleman dalam kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2025/2026
5 Oktober 2025

Kanwil Kemenag DIY Apresiasi Inovasi Batik Siswa MTsN 8 Sleman di Hari Batik Nasional

Ming, 5 Oktober 2025 Dibaca 81x

Sleman (MTsN 8 Sleman) โ€” Dalam peringatan Puncak Hari Batik Nasional di MTsN 8 Sleman, Kamis (2/10/2025), Abdul Naim, S.Ag., M.Si., selaku Kepala Seksi Kelembagaan Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya madrasah dalam melestarikan dan mengembangkan batik sebagai bagian dari pembelajaran yang sarat nilai budaya.

Acara yang digelar dengan meriah ini dihadiri pula oleh H. Sangaji, S.HI., Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Sleman, serta Drs. Daryono, M.Pd., Pengawas Pembina MTsN 8 Sleman, tokoh masyarakat sekitar, dan perwakilan orang tua/wali siswa. Ratusan siswa turut ambil bagian dalam kegiatan membatik massal dengan berbagai teknik seperti jumputan, shibori, ecoprint, jumput jelujur, ciprat, cap, hingga tulis. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mengasah kreativitas sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Dalam sambutannya, Abdul Naim menegaskan pentingnya peran madrasah dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal melalui pendidikan yang bermakna dan kontekstual. Ia menyebut batik sebagai simbol identitas nasional yang telah mendapat pengakuan dunia. โ€œBatik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Karena itu, pelestarian batik bukan hanya tanggung jawab para pengrajin, tetapi juga lembaga pendidikan. Apa yang dilakukan MTsN 8 Sleman ini adalah langkah nyata bagaimana madrasah bisa ikut melestarikan dan mengembangkan batik melalui pembelajaran,โ€ ujar Abdul Naim.

Ia juga mengapresiasi branding MTsN 8 Sleman sebagai madrasah yang menonjolkan keterampilan membatik. Menurutnya, keterampilan ini tidak hanya membangun kreativitas siswa, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia serta memberi nilai tambah pada pendidikan madrasah di era modern. โ€œSaya sangat mengapresiasi MTsN 8 Sleman yang berhasil memadukan kearifan lokal dengan semangat inovasi. Branding sebagai madrasah dengan keterampilan batik menunjukkan identitas yang kuat dan membedakan madrasah ini dari lembaga pendidikan lainnya,โ€ imbuhnya.

Momentum Hari Batik Nasional ini juga menjadi ajang peluncuran BACEFLY (Batik Cap Eco Friendly), inovasi batik ramah lingkungan hasil karya siswa MTsN 8 Sleman. Produk ini menggunakan bahan alami dan pewarna organik yang aman bagi lingkungan. Menurut Abdul Naim, langkah tersebut sejalan dengan semangat madrasah hijau dan pendidikan berkelanjutan yang kini digaungkan oleh Kementerian Agama. โ€œBatik cap eco friendly ini adalah bukti bahwa madrasah mampu berinovasi tanpa meninggalkan nilai tradisi. Inovasi yang berwawasan lingkungan seperti ini patut menjadi contoh bagi madrasah lain,โ€ tuturnya dengan bangga.

Selain peluncuran BACEFLY, acara juga dimeriahkan oleh fashion show batik ciprat, di mana para siswa memamerkan hasil karya mereka sendiri dalam bentuk busana modern. Melihat antusiasme siswa yang tinggi, Abdul Naim menilai bahwa kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan karakter kreatif dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri. โ€œKegiatan ini menunjukkan bagaimana pendidikan madrasah mampu menumbuhkan karakter, kemandirian, dan nasionalisme siswa. Dari membatik, anak-anak belajar menghargai proses dan menghormati karya budaya bangsa,โ€ pungkasnya.

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi dari Kanwil Kemenag DIY. Ia berharap semangat pelestarian batik di madrasah terus berlanjut sebagai bagian dari karakter dan identitas MTsN 8 Sleman. โ€œKami bersyukur mendapat dukungan dari Kanwil Kemenag DIY. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai cinta budaya dan kerja keras kepada siswa. Membatik bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang proses, ketelitian, dan makna di balik setiap goresan,โ€ ujar Agus Sholeh.

Kegiatan Puncak Hari Batik Nasional ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berperan aktif dalam melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas, dan menanamkan nilai karakter melalui pembelajaran. Dengan dukungan dari Kanwil Kemenag DIY, MTsN 8 Sleman siap melangkah lebih jauh menjadi madrasah berkarakter, inovatif, dan berbudaya. (idw)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar