Pembelajaran IPA Biologi, MTsN 8 Sleman Manfaatkan Lingkungan Sekitar Madrasah Sebagai Laboratorium Alam

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Mendengarkan ceramah dan demonstrasi saja di dalam kelas membuat peserta didik menjadi pasif, karena hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Tidak semua peserta didik mampu menerima materi dari ceramah dan demonstrasi, karena setiap peserta didik mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang mampu menerima materi dengan cara praktek langsung.

Menjadi tantangan tersendiri bagi guru bagaimana caranya membuat suasana belajar yang menyenangkan sekaligus peserta didik mampu menerima materi yang diberikan. Berbagai upaya dilakukan oleh guru-guru di Indonesia, termasuk guru-guru di MTsN 8 Sleman. Bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berkesan untuk peserta didik, bahkan bisa memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk pembelajaran.

Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu guru di MTsN 8 Sleman, Dra. Hj. Winuri Siti Syamsiyah yang biasa disapa dengan Bu Win, pengampu guru IPA kelas 7 mempunyai keinginan anak-anak senang belajar IPA. Materi IPA Biologi kelas 7 banyak berkaitan dengan alam, membuat Bu Win ingin mengaplikasikan materi-materi terebut secara langsung di alam. Ditambah lingkungan madrasah yang masih terjaga kondisi alamnya, sehingga mendukung pembelajaran.

Laboratorium Alam, mungkin lebih tepat untuk menggambarkan suasana praktek IPA Biologi yang dilakukan oleh Bu Win. Yang dimaksud laboratorium alam adalah laboratorium terbuka yang bisa berupa lingkungan sekitar seperti kebun, hutan ataupun lingkungan lain seperti lingkungan sosial, teknologi ataupun budaya yang bisa dimanfaatkan sebagai media/sumber belajar.

Seperti di kelas 7, mereka bersama-sama melaksanakan praktek materi ekosistem yang ada di sawah dan sungai. Dengan bimbingan Bu Win, peserta didik menjadi lebih tahu secara langsung, ekosistem apa saja yang ada di sawah dan sungai. Mereka terjun langsung, mengamati, observasi, mencatat ekosistem apa saja yang ada di sawah dan sungai di buku masing-masing. Ingin tahu yang besar membuat peserta didik banyak bertanya kepada Bu Win. Walaupun terik matahari, mereka tetap antusias mengikuti pembelajaran, lelah namun senang.

Harapan Bu Win dengan pembelajaran di laboratorium alam peserta didik memahami konsep IPA melalui lingkungan yang ada disekitar, lebih aktif dan terampil, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran IPA menurut taksonomi Bloom, bahwa pembelajaran IPA bertujuan bukan hanya memberikan pengetahuan (kognitif) tetapi juga memberikan keterampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif), pemahaman, kebiasaan dan apresiasi di dalam mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. (hm8)