Hari Terakhir Dianpinru, Pramuka Penggalang MTsN 8 Sleman Tetap Semangat Ikuti Kegiatan

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Hari terakhir pelaksanaan kegiatan Dianpinru (Gladian Pemimpin Regu) Gudep MTsN 8 Sleman berlangsung meriah, kegiatan dipusatkan di halaman madrasah, Kamis (16/12/2021).

Tepat pukul 07.00 kegiatan diawali upacara pembukaan dengan pembina Waka Kesiswaan Muhammad Ali Nursalim, M.Pd.I. dan dilanjutkan dengan penyampaian materi Kepramukaan oleh Kakak – kakak Pembina Pramuka MTsN 8 Sleman kepada seluruh peserta, diselingi dengan ice breaking games untuk menambah keseruan.

Ali Nursalim mengatakan para pemimpin regu ini dibentuk agar menjadi bibit unggul penerus Gerakan Pramuka. Dianpinru juga bertujuan untuk membentuk pemimpin regu dan wakil pemimpin regu yang baik dan cakap.

“Regu itu adalah satuan terkecil dalam Gerakan Pramuka. Regu berisi 6-8 orang anak berusia 11-15 tahun. Meski merupakan satuan paling kecil, tetapi justru regu inilah yang jadi pondasi penting pembentukan karakter anggota Pramuka,” ujar Ali Nursalim saat mendampingi peserta kegiatan.

“Sebelum mengelola organisasi yang lebih besar, terlebih dahulu seorang anggota Pramuka itu digembleng untuk cakap mengelola regunya,” tambahnya.

Senada, Pembina Pramuka Dra. Hj. Hartini mngatakan Dianpinru adalah salah satu usaha pelaksanaan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, khususnya penggunaan sistem beregu dalam pasukan penggalang.

Dianpinru sebagai sarana pemberian Gladian atau latihan bagi pemimpin regu dan wakil pemimpin regu penggalang guna mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kecakapan, keterampilan dan kemampuan dalam teknik kepramukaan serta menanamkan kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin regu atau wakil pemimpin regu.

Dirinya menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah awal bagi Gudep MTsN 8 Sleman dalam penyelenggaraan kegiatan secara tatap muka. Sehingga materi dapat disampaikan dan diterima dengan lebih baik, tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat karena pandemi virus Corona belum selesai.(imm)