Gandeng Puskesmas Prambanan, MTsN 8 Sleman Berikan Sosialisasi Bahaya NAPZA

Sleman (MTsN 8 Sleman) – MTsN 8 Sleman bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Prambanan mengadakan sosialisasi mengenai bahaya Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) terhadap kehidupan manusia terutama pada usia remaja dan pemuda. Bertempat di ruang aula madrasah, Kamis (21/10/2021).

Sosialisasi bahaya NAPZA dilakukan dengan cara pertemuan secara langsung dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dan diikuti perwakilan siswa kelas 7. Kegiatan dibuka oleh Kamad Jazim Kholis, S.Ag., didampingi oleh Kepala UKS Dra. Hj. Siti Nursafangatun serta narasumber dari Puskesmas Prambanan Rizka Destavia Rahayu, S.KM.

Dalam sambutannya, Jazim mengatakan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan edukasi kepada remaja dan pemuda, khususnya siswa MTsN 8 Sleman dari penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar generasi muda bisa menjadi lebih paham terhadap pengaruh buruk narkoba, sehingga harapan kita untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dapat terwujud dengan mudah,” ujar Jazim.

Memasuki sesi materi, Ayu selaku narasumber memberikan pengertian serta jenis – jenis NAPZA yang membahayakan serta merusak fungsi organ tubuh manusia. Lebih lanjut dirinya mengatakan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN)  menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut.

“Angka tersebut menjadi peringatan bahwa upaya penanganan permasalahan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif saja tapi juga harus lebih agresif lagi khususnya bagi para pelajar dan mahasiswa,” ujar Ayu.

Lebih lanjut, tiga pihak yang jadi perhatian dalam mencegah penyebaran konsumsi narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yakni lingkungan keluarga, lingkungan tempat belajar, dan lingkungan masyarakat. Ayu juga berpesan kepada para siswa untuk dapat memilih teman dan lingkungan yang baik serta jangan pernah sekalipun untuk mencoba barang terlarang tersebut. Kegiatan diakhiri dengan pengisian kuesioner pemahaman materi yang telah diberikan.(imm)