MTsN 8 Sleman Laksanakan Tes Pemantapan Persiapan Ujian (TPPU)

Yogyakarta (MTsN 8 Sleman) – Menjelang ujian nasional yang tinggal beberapa bulan lagi, berbagai upaya persiapan dilakukan oleh madrasah. Seperti halnya persiapan yang dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Sleman (MTsN 8 Sleman), berbagai agenda dilakukan oleh madrasah guna mempersiapkan peserta didik dalam meghadapi Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) maupun Ujian Nasional (UN).

Salah satu agenda tersebut adalah Tes Pemantapan Persiapan Ujian (TPPU) UN berbasis Paper Based Test (PBT) yang serentak dilaksanakan sekolah maupun madrasah di wilayah Kabupaten Sleman. Madrasah yang berlokasi di Kelurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan tersebut juga menggelar TPPU di dua belas ruang kelas MTsN 8 Sleman pada hari Senin dan Selasa (20-21/01/2020), dengan jadwal materi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Keempat mata pelajaran tersebut merupakan mapel yang akan diujikan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sejumlah 195 siswa siswi MTsN 8 Sleman dengan serius mengikuti kegiatan pemantapan ujian tersebut. Waka Kurikulum MTs N 8 Sleman, Drs. Muh Jafron menjelaskan, kegiatan pemantapan UN diberikan kepada siswa kelas IX guna persiapan menghadapi UNBK. Selama pelaksanaan pemantapan UN ini, seluruh siswa kelas IX akan mendapatkan gambaran soal-soal yang akan keluar du ujian sesungguhnya nanti. “Diadakannya pemantapan UN ini guna menambah bank soal yang dimiliki siswa guna mengikuti UNBK tahun 2020 nantinya. Jadi para siswa mendapatkan gambaran soal–soal yang akan diujikan nanti,” ujar Jafron.

Pada kesempatan yang sama Kepala MTsN 8 Sleman, Jazim Kholis, S.Ag menambahkan, kegiatan pemantapan tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa, dimana siswa dapat mengetahui dan mengevaluasi kemampuan materi yang sudah dikuasai, sehingga setiap siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. “Secara khusus saya sampaikan kegiatan ini dapat menjadi bahan untuk mengukur dan mengevaluasi materi ujian yang sudah dikuasai siswa, dan untuk materi ujian yang belum dikuasai dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat kembali,” tandas Jazim.(imm)